Testimoni pemakaian toyota agya matic untuk harian

bissmillahirohmanirohim,

jumpa lagi di artikel ringan setelah blog semaput . . . . .  hahahahaha. . . . semoga pembaca sekalian gak bosen dengan tulisan-tulisan sederhana di warung ini.

bulan maret lalu ane dititipin make toyota agya untuk aktifitas sehari-hari , barang gress dari dealer dengan odometer 3 km , toyota agya seri x matic boil LCGC sejuta umat yang susah di salip di toll ( karena sangking banyaknya . . . . :p )

kesan pertama dalam pikiran ane ” waduh matic neeeh . . . . susah gak ya . . . . ? ” maklum biasa make motuba vantrend dan avansa manual jadi perlu waktu 1 s/d 2 jam adaptasi untuk membiasakan karakter gigi maticnya. . . .

bagasi agya2

lanjut ke kabin. . . . pertama ane gak percaya kalau di dalam lumayan lega untuk jok baris kedua meski jok baris pertama di mundurin   untuk ukuran ane dengan tinggi 172 cm dan berat badan 85 kg masih leluasa setelah  ane masuk ke kabin baru deh penasaran ane pun terbayar . . . . plus bagasi juga lumayan lega bisa bawa 5 galon air. . . . hahahahahaha. . . untuk kapasitas bisa lah membawa 5 penumpang dewasa .

toyotaagya

untuk dashboard dan audio ya jangan berharap banyak lah . . . . harap maklum lcgc gak bisa dibandingkan dengan kelas motuba-motuba yang dulunya punya standar yang lumayan tinggi

mesin 3 silinder 1000 cc dengan kombinasi gear matic menurut ane sudah cukup pas untuk membawa body singsetnya membelah kemacetan jalanan ibukota, pas dalam artian dari konsumsi bahan bakar dan performanya . . . . dalam kota dapet lah 12 km/l dan 13,7km/liter untuk luar kota

untuk bantingan suspensinya lumayan lah untuk kecepatan 100 km/h di toll masih enak diatas itu ane udah gak berani .

buat mudik gimana . . . ?

ini yang menjadi alasan banyak orang untuk membeli mobil ( motuba/motunyar ) adalah untuk mudik ke kampung halaman setahun sekali, sebagai perbandingan dengan denok mazda vantrend tahun 94 konsumsi bahan bakarnya beda-beda tipis    ya secara rupiah  lebaran kemarin untuk jarak tempuh 650 km si agya menghabiskan bensin 300.000 sedangkan ketika makai mazda vantrend tahun lalu menghabiskan 250.000 an dengan catatan agya dengan mesin 1000 cc matic vs denok 1400 cc manual .

bedanya agya bebas cemas sepanjang jalan karena mobil baru, kalau denok mesti waspada  mantau temperatur dan selalu sedia sekring . . . .  hahahahahaha . . .

ane bersyukur bisa make mobil baru tanpa harus membeli. . . . ane doakan semoga semua pembaca warung ini juga mendapat kesempatan yang sama seperti ane . . . . tetap terus meningkatkan kualitas diri dengan skill dan pengetahuan

semoga berguna,

keep brotherhood,

salam,

One response to “Testimoni pemakaian toyota agya matic untuk harian

  1. au pernah diajak nebeng naik kembar siam agya ayla.. kebetulan teman mau pamer belu agya.. masuklah ane di kursi depan duduk manis pas nutup pintu bunyinya nyaring banget “taaaaaannngggggg” lebih nyaring dari pintu angkot granmax.. “blaannnnnk..” biasa naik mobil sendiri si bagong .rush yg bunyi pintunya klo dibanting “jlebbb”. the moral of the story.. agya ayla itu bodynya bukan cuma kaleng krupuk tapi kaleng sarden..
    Clingak.. clinguk…. duh .. sempit bro.. mana AC tak kunjung dingin padahal tadi mau jalan udah buka jendela buang udara panas dulu..
    Gag rekomen lah mending beli mobil seken tapi yg gag tua-tua amat.. he he

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s